Terobosan Baru: Kombinasi Tiga Imunoterapi untuk Pengobatan Kanker Pankreas
Kanker pankreas dikenal mematikan dan kebal terhadap terapi konvensional. Namun, penelitian terbaru menemukan kombinasi tiga imunoterapi yang menjanjikan harapan baru.
Kanker pankreas dikenal sebagai salah satu jenis kanker yang paling mematikan. Hal ini sebagian besar disebabkan karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada stadium awal, sehingga baru terdiagnosis ketika sel kanker sudah menyebar ke organ lain. Namun, ada kabar sangat menggembirakan dari dunia medis terkait pengobatan kanker ini.
Para peneliti dari The University of Texas MD Anderson Cancer Center baru-baru ini menemukan terobosan berupa kombinasi tiga imunoterapi baru. Terapi ini dirancang khusus untuk menargetkan pos pemeriksaan pada sel-T dan sel penekan myeloid. Tujuannya adalah memprogram ulang lingkungan mikro imun tumor (Tumor Immune Microenvironment atau TIME), yang terbukti secara signifikan mampu meningkatkan respons anti-tumor di dalam uji praklinis.
Mengatasi Kebal Imunoterapi pada Kanker Pankreas
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Cancer pada penghujung tahun 2022 ini menyoroti profil kekebalan komprehensif dari sampel jaringan manusia dan tikus uji. Tim ilmuwan berupaya keras mengidentifikasi mengapa kanker pankreas sangat resisten (kebal) terhadap pengobatan konvensional.
Selama bertahun-tahun, kanker pankreas dikategorikan sebagai tumor "non-imunogenik". Artinya, sel kanker ini tidak merespons inhibitor pos pemeriksaan imun standar yang biasa digunakan, seperti anti-PD-1 dan anti-CTLA-4. Akibatnya, sel ganas ini seolah memiliki perisai yang membuatnya kebal terhadap mayoritas perawatan imunoterapi.
Cara Kerja Terapi Kombinasi Terbaru
Menurut pandangan Profesor Biologi Kanker, Ronald DePinho, M.D., kombinasi tiga terapi ini memberikan hasil respons penyembuhan yang belum pernah tercapai sebelumnya. Dalam pengujian laboratorium, ilmuwan berhasil menetralkan beberapa mekanisme penekan kekebalan tubuh yang selama ini melindungi sel tumor.
Dalam pengujian antibodi yang melibatkan agonis 41BB dan antagonis LAG3 yang dikombinasikan dengan elemen imun lainnya, hasilnya menunjukkan perkembangan yang sangat positif:
- Pertumbuhan dan perluasan jaringan tumor menjadi jauh lebih lambat.
- Tingkat indikator kekebalan anti-tumor di dalam tubuh mengalami peningkatan yang tajam.
- Tingkat kelangsungan hidup melonjak secara signifikan dibandingkan pengobatan antibodi tunggal.
Harapan Baru bagi Kesembuhan Pasien
Analisis lanjutan mengonfirmasi bahwa target terapi 41BB dan LAG3 ini sangat relevan untuk manusia. Tercatat lebih dari 80% hingga 93% pasien yang dianalisis memiliki sel-T dengan ekspresi tersebut di dalam tubuhnya.
Kombinasi imunoterapi berlapis inilah yang pada akhirnya berhasil menyusutkan tumor secara total (regresi) dan meningkatkan harapan hidup secara keseluruhan pada 90% model uji praklinis. Bahkan pada model kanker dengan tingkat resistensi paling agresif sekalipun, kombinasi ini sukses mencapai tingkat regresi tumor sempurna pada lebih dari 20% kasus.
Temuan revolusioner ini memberikan optimisme baru bagi dunia kedokteran. Dengan menargetkan sekaligus menyerang berbagai mekanisme yang menghalangi sistem imun, sel-T kini diberi peluang dan "senjata" yang tepat untuk membunuh sel tumor. Di masa depan, tidak hanya kanker pankreas, namun berbagai jenis kanker mematikan lainnya diharapkan dapat ditaklukkan dengan pendekatan imunoterapi kombinasi ini.
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Menyenangkan
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)