Menderita Alopecia, Kenali Fakta Nelson dan Bear si Landak Botak

Simak kisah unik namun memprihatinkan dari Nelson dan Bear, landak botak yang kehilangan seluruh duri pelindungnya akibat penyakit alopecia dan trauma stres berat.

Okt 17, 2022 - 16:25
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 2
Menderita Alopecia, Kenali Fakta Nelson dan Bear si Landak Botak
Foto landak kecil di alam liar. Sumber: Pexels

Umumnya, tubuh landak ditumbuhi oleh ribuan duri kaku yang memenuhi seluruh bagian punggungnya. Duri ini bukan sekadar hiasan, melainkan alat proteksi mekanis utama untuk melindungi diri dari serangan binatang predator di alam liar. Saat landak mengendus adanya bahaya, otot-otot di kulitnya akan menegang, membuat duri-duri tersebut berdiri tegak, lalu mereka akan menggulung tubuhnya rapat-rapat seperti bola berduri yang menakutkan bagi musuh.

Dengan duri sebagai satu-satunya instrumen pertahanan fisik, landak sangat bergantung pada struktur keratin tajam tersebut untuk bisa sintas (bertahan hidup). Lalu, bagaimana jika seekor landak terpaksa hidup tanpa sehelai duri pun di tubuhnya? Meski terdengar aneh dan tidak mungkin, fenomena landak botak ini benar-benar terjadi di dunia nyata.

Kenalkan Nelson, seekor landak unik yang dirawat secara intensif di penangkaran Foxy Lodge Wildlife Rescue di Norfolk, Inggris. Nelson terlahir atau mengalami kondisi di mana seluruh duri di punggungnya rontok tanpa sisa. Tanpa adanya duri pelindung, Nelson menjadi makhluk yang sangat rentan dan mustahil untuk dilepaskan kembali ke alam liar karena ia akan menjadi mangsa yang mudah bagi para predator. Menariknya, Nelson tidak sendirian; pihak penangkaran juga sempat merawat landak lain bernama Bear yang mengalami kelainan serupa.

Mengapa Landak Bisa Mengalami Kebotakan Duri?

Para pakar veteriner dan perawat satwa liar meyakini bahwa kondisi misterius yang menimpa Nelson dan Bear dipicu oleh gangguan klinis yang disebut Alopecia. Merujuk pada literatur medis hewan, alopecia merupakan istilah medis untuk kerontokan rambut atau bulu abnormal yang relatif sering dijumpai pada berbagai spesies mamalia, mulai dari anjing, kucing, hingga hewan berduri seperti landak.

Ada beberapa faktor etiologi (penyebab) utama yang memicu manifestasi alopecia pada landak, di antaranya:

  1. Infeksi Kulit Kronis: Serangan ektoparasit seperti tungau (mites) dari genus Caparinia tripilis, infeksi jamur dermatofitosis (kurap), atau infeksi bakteri sekunder dapat merusak folikel duri secara permanen.
  2. Disfungsi Endokrin: Ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh hewan, seperti hipotiroidisme atau hiperadrenokortisisme, dapat menghentikan siklus pertumbuhan duri baru.
  3. Trauma Psikologis dan Stres Berat: Selain faktor patologis, para perawat menduga stres emosional yang ekstrem akibat kejadian traumatis di alam liar (seperti lolos dari serangan predator) membuat metabolisme tubuh landak terganggu, memicu rontoknya duri secara massal secara tiba-tiba.

Hingga saat ini, para staf di penangkaran terus berupaya melakukan berbagai terapi untuk merangsang kembali pertumbuhan folikel duri Nelson dan Bear. Salah satu metode holistik yang diterapkan adalah dengan rutin melakukan pemijatan pada kulit keriput sang landak menggunakan minyak almond (almond oil).

Meskipun terapi minyak almond ini belum menunjukkan tanda-tanda tumbuhnya duri baru secara signifikan, pijatan lembut ini terbukti efektif menjaga kulit sensitif sang landak botak agar tetap lembap, lembut, dan terhindar dari iritasi atau luka infeksi akibat gesekan kering. Kisah Nelson dan Bear menjadi bukti nyata bagaimana gangguan kesehatan fisik dan psikologis dapat memengaruhi anatomi satwa secara drastis.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User