Pengaruh Gravitasi pada Tubuh Manusia dan Alasan Astronaut Sulit Berjalan Setelah Kembali ke Bumi

Gravitasi memiliki peran penting terhadap sistem tubuh manusia. Ketahui alasan astronaut kesulitan berjalan setelah kembali ke Bumi serta dampak gravitasi terhadap otot, tulang, dan peredaran darah.

Feb 03, 2023 - 08:22
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 0
Pengaruh Gravitasi pada Tubuh Manusia dan Alasan Astronaut Sulit Berjalan Setelah Kembali ke Bumi
Astronaut berada di luar angkasa dengan latar belakang Bumi yang menggambarkan pengaruh gravitasi terhadap tubuh manusia.

Apa Itu Gravitasi?

Gravitasi merupakan gaya tarik yang terjadi antara benda-benda yang memiliki massa. Di Bumi, gravitasi membuat manusia, hewan, dan berbagai benda tetap berada di permukaan serta tidak melayang di udara.

Konsep gravitasi pertama kali dijelaskan secara matematis oleh Isaac Newton melalui hukum gravitasi universal. Menurut teori ini, setiap benda saling tarik-menarik dengan gaya yang dipengaruhi oleh massa dan jarak antar benda.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, Albert Einstein memperkenalkan teori relativitas umum yang menjelaskan gravitasi sebagai akibat dari kelengkungan ruang dan waktu yang disebabkan oleh massa benda. Teori ini mampu menjelaskan berbagai fenomena astronomi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Mengapa Astronaut Sulit Berjalan Setelah Kembali ke Bumi?

Astronaut yang menjalani misi dalam waktu lama di luar angkasa hidup dalam kondisi mikrogravitasi atau gravitasi sangat rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh tidak lagi bekerja seperti saat berada di Bumi.

Ketika kembali ke Bumi, tubuh harus beradaptasi kembali dengan gaya gravitasi normal. Akibatnya, banyak astronaut mengalami kesulitan berdiri, kehilangan keseimbangan, hingga mengalami gangguan koordinasi gerakan selama beberapa waktu.

Pengaruh Gravitasi terhadap Tubuh Manusia

1. Memengaruhi Sistem Peredaran Darah

Di Bumi, gravitasi membantu distribusi darah ke seluruh tubuh. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah dari bagian bawah tubuh menuju otak.

Dalam kondisi tanpa gravitasi, cairan tubuh cenderung berpindah ke bagian atas tubuh sehingga wajah astronaut terlihat lebih bengkak dan tekanan darah mengalami perubahan.

2. Menjaga Kekuatan Otot

Aktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, dan berlari membuat otot terus bekerja melawan gravitasi. Ketika berada di luar angkasa, otot tidak lagi mendapatkan beban yang sama sehingga massa dan kekuatannya berkurang.

Karena itu astronaut wajib menjalani latihan fisik rutin selama berada di stasiun luar angkasa untuk meminimalkan penurunan fungsi otot.

3. Mempertahankan Kepadatan Tulang

Gravitasi juga berperan menjaga kepadatan tulang manusia. Dalam lingkungan mikrogravitasi, tulang kehilangan mineral lebih cepat dibandingkan kondisi normal di Bumi.

Penurunan kepadatan tulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang apabila tidak ditangani dengan baik.

4. Memengaruhi Sistem Keseimbangan Tubuh

Sistem vestibular pada telinga bagian dalam menggunakan gravitasi sebagai acuan untuk menentukan posisi tubuh. Saat berada di luar angkasa, sistem ini harus beradaptasi dengan lingkungan tanpa gravitasi.

Ketika astronaut kembali ke Bumi, tubuh memerlukan waktu untuk menyesuaikan kembali sistem keseimbangan sehingga mereka sering mengalami pusing dan kesulitan berjalan.

Kesimpulan

Gravitasi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi normal tubuh manusia, mulai dari sistem peredaran darah, kekuatan otot, kepadatan tulang, hingga keseimbangan tubuh. Itulah sebabnya astronaut sering mengalami kesulitan bergerak setelah kembali dari misi luar angkasa karena tubuh mereka harus beradaptasi kembali dengan gravitasi Bumi.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User