Bumi Tak Meleleh Meskipun Inti Bumi Sangat Panas, Ini Alasan Ilmiahnya

Meskipun suhu inti bumi sangat ekstrem dan setara dengan permukaan matahari, planet tempat kita tinggal tidak meleleh. Simak penjelasan hukum fisikanya di sini.

Okt 18, 2022 - 12:19
Diperbarui: 28 hari yang lalu
0 0
Bumi Tak Meleleh Meskipun Inti Bumi Sangat Panas, Ini Alasan Ilmiahnya
Foto ilustrasi Bumi. Sumber: Pexels

Planet bumi berada di urutan ketiga dalam tata surya Bima Sakti. Bumi terdiri dari beberapa lapisan struktural, antara lain: inti bumi bagian dalam (inner core), inti bumi bagian luar (outer core), mantel bumi (mantle), serta lapisan terluar yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup, yaitu kerak bumi (crust).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa lapisan inti bumi merupakan bagian terpanas di antara seluruh lapisan interior planet kita. Bahkan, temperatur di pusat bumi diketahui mampu menandingi atau melebihi panas permukaan matahari yang terkenal luar biasa ekstrem. Fenomena ini tentu terdengar sulit dipercaya. Lantas, mengapa kerak bumi tempat kita berpijak tidak mencair ataupun terbakar oleh radiasi panas bumi bagian terdalam tersebut?

Secara geologis, jarak antara inti bumi dengan permukaan tempat tinggal kita berkisar sekitar 3.000 kilometer. Jon Butterworth, seorang profesor fisika dari University College London, menjelaskan bahwa bagian inti bumi dikelilingi oleh mantel batuan yang sangat tebal, besar, dan padat. Namun, alasan paling mendasar mengapa planet yang kita tinggali ini tidak meleleh akibat panas ekstrem tersebut terletak pada perbedaan mendasar antara konsep energi panas dan suhu.

"Secara garis besar, panas adalah total energi, sedangkan suhu adalah kepadatan energi. Pada dasarnya, suhu mengukur seberapa banyak energi yang dijejalkan ke dalam ukuran volume tertentu," papar Jon Butterworth, sebagaimana dilansir dari Science Focus.

Ia mencontohkan fenomena ini melalui percikan kembang api. Percikan kecil tersebut dapat memiliki suhu tinggi mencapai 1.500 derajat Celsius, namun tidak membuat kulit kita mengalami luka bakar parah saat terkena karena volume energinya sangat kecil. Sebaliknya, jika seseorang mandi menggunakan air mendidih berukuran satu bak yang suhunya "hanya" 100 derajat Celsius, seluruh tubuhnya akan melepuh karena volume energi panas yang ditransfer jauh lebih besar.

Dari analogi tersebut, dapat ditarik kesimpulan ilmiah bahwa untuk melelehkan seluruh material batuan bumi yang masif, dibutuhkan pasokan energi yang jauh lebih besar daripada total energi yang dihasilkan oleh inti bumi itu sendiri. Matahari yang berukuran raksasa tentu memiliki energi yang cukup untuk melelehkan bumi dengan mudah. Beruntung, bumi berada pada jarak aman sekitar 150.000.000 kilometer dari matahari.

Lalu, apa yang akan terjadi jika inti bumi justru mendingin? Berdasarkan kajian geofisika, jika inti bumi kehilangan panasnya dan membeku menjadi padat, maka medan magnet pelindung bumi (magnetosfer) akan lenyap. Tanpa magnetosfer, atmosfer bumi akan tersapu angin surya dan radiasi kosmik ekstrem, sehingga tidak akan ada cara bagi kehidupan untuk bertahan dan berkembang di planet ini.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User