5 Fakta Pohon Hackberry di Extraordinary Attorney Woo yang Ikonik

Pohon Hackberry yang muncul di drama Extraordinary Attorney Woo ternyata menyimpan ragam fakta menarik di dunia nyata. Simak lokasi asli dan maknanya!

Nov 03, 2022 - 14:22
Diperbarui: 15 hari yang lalu
0 0
5 Fakta Pohon Hackberry di Extraordinary Attorney Woo yang Ikonik
Pohon Hackberry yang muncul di Extraordinary Attorney Woo | https://www.cosmo.ph/entertainment/extraordinary-attorney-woo-episode-7-filming-a4575-20220727

Bagi para penggemar drama Korea, judul Extraordinary Attorney Woo (EAW) tentu sudah sangat familier. Salah satu elemen yang berhasil mencuri perhatian penonton adalah kehadiran sebuah pohon besar pada episode 7 dan 8. Menariknya, eksistensi pohon Hackberry di dalam drama tersebut memicu antusiasme penonton untuk berkunjung langsung dan melihat keindahannya di dunia nyata.

Di dalam jalan cerita, pohon rindang ini diceritakan berada di sebuah desa fiktif bernama Sodeok-dong yang terancam proyek pembangunan jalan raya. Namun, di dunia nyata, pohon spektakuler tersebut berlokasi di Desa Bukbu-ri, Kecamatan Dongbu-myeon, Kota Changwon. Efek popularitas drama ini membuat desa tersebut langsung kebanjiran wisatawan.

Fakta Menarik Pohon Hackberry dalam Extraordinary Attorney Woo

Tumbuhan yang juga populer dengan sebutan Celtis atau pohon Jelatang ini umumnya tumbuh subur di kawasan beriklim hangat pada belahan bumi bagian utara. Meski namanya mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang Indonesia, pohon ini menyimpan sejumlah keunikan yang patut diketahui.

1. Berumur Panjang Hingga Ratusan Tahun

Berbeda dengan mayoritas pepohonan biasa, Hackberry dianugerahi kemampuan bertahan hidup yang luar biasa, yakni bisa mencapai usia 300 hingga 600 tahun. Berkat usianya yang panjang dan tajuknya yang sangat rimbun, tanaman ini kerap difungsikan sebagai pohon peneduh sekaligus dijuluki sebagai "pohon penjaga" desa.

Pohon dari genus Celtis ini umumnya dapat tumbuh setinggi 20 hingga 25 meter dengan batang tegak yang membentuk siluet menyerupai vas bundar. Kulit batangnya berwarna abu-abu halus, dan saat musim semi tiba, ia akan menghasilkan bunga berwarna kuning kehijauan tanpa kelopak.

Selain itu, Hackberry menghasilkan buah kecil berdiameter sekitar 1 sentimeter. Buah berwarna ungu kehitaman dengan daging kekuningan ini memiliki biji bulat di dalamnya. Uniknya, cita rasa buah ini manis menyerupai buah kurma.

2. Kaya Akan Manfaat Kesehatan dan Nilai Guna

Tidak sekadar rimbun, bagian daun dan buah dari pohon Celtis juga kerap diekstrak untuk keperluan pengobatan tradisional. Konsumsi buahnya yang masih hijau diklaim efektif dalam mengatasi gangguan pencernaan, meredakan diare, hingga meringankan gejala disentri dan peradangan usus.

Ekstrak tanaman ini juga diyakini dapat membantu meregulasi siklus menstruasi serta meredakan kram perut yang menyertainya. Karena rasanya yang manis alami, buah Hackberry sering diolah menjadi selai. Sementara itu, batang kayunya yang kokoh kerap dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk membuat tongkat jalan, gagang cemeti, hingga perkakas pertanian.

3. Tumbuh Subur di Kawasan Mediterania

Secara geografis, pohon ini tersebar luas di wilayah Mediterania, mulai dari daerah pesisir pantai hingga dataran tinggi dengan elevasi 1.200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan asli Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Asia Kecil ini juga cukup mudah dijumpai di area taman atau ruang terbuka hijau di Amerika Serikat.

Dikenal karena daya tahannya yang tangguh, Hackberry sangat toleran terhadap berbagai variasi tanah dan tingkat kelembapan. Laju pertumbuhannya pun tergolong cepat, terutama jika ditanam di tanah lembap dengan paparan sinar matahari yang melimpah.

4. Dievaluasi Menjadi Monumen Alam Nasional Korea

Popularitas luar biasa yang dipicu oleh Extraordinary Attorney Woo membuat ribuan pengunjung berbondong-bondong memadati lokasi pohon ini berada. Merespons fenomena tersebut, Administrasi Warisan Budaya Korea (Cultural Heritage Administration/CHA) segera melakukan peninjauan lapangan untuk mengevaluasi apakah pohon Hackberry di Desa Bukbu-ri tersebut memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Monumen Alam Nasional.

5. Makna Simbolis di Balik Karakter Drama

Secara filosofis, pohon Celtis dalam drama ini tidak hanya berperan sebagai properti alam. Tanaman ini secara alami sering tumbuh di perbatasan antara kawasan pesisir (laut) dan daratan, dua elemen alam yang sifatnya bertolak belakang. Posisi pohon yang menjembatani dua dunia ini sejalan dengan teori penonton mengenai karakter utama di dalamnya.

Dalam drama, nama firma hukum "Hanbada" memiliki arti lautan, mewakili dunia Woo Young-woo (yang diidentikkan dengan paus laut). Di sisi lain, firma "Taesan" berarti gunung besar, mewakili kehidupan sang ibu kandung di daratan. Keduanya berada di ekosistem yang terpisah dan hanya bisa bersinggungan di batas pertemuan alam, layaknya pohon Hackberry yang berdiri menengahi laut dan darat. Sebuah simbolisme epik yang menambah keindahan alur cerita.

Baca juga artikel terkait: Fakta Unik Pohon Darah Naga.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User