Pencitraan Radiasi 3D Tingkatkan Akurasi Pengobatan Kanker Stadium Lanjut

Teknologi pencitraan radiasi 3D memungkinkan dokter memantau dosis terapi kanker secara real-time sehingga pengobatan menjadi lebih akurat dan aman bagi jaringan sehat.

Jan 04, 2023 - 11:44
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 0
Pencitraan Radiasi 3D Tingkatkan Akurasi Pengobatan Kanker Stadium Lanjut
Dokter dan tenaga medis menggunakan teknologi radioterapi modern untuk pengobatan kanker dengan pencitraan tiga dimensi.

Peneliti berhasil mengembangkan teknologi pencitraan radiasi 3D yang memungkinkan dokter memantau distribusi dosis radiasi selama terapi kanker berlangsung secara real-time. Teknologi ini diharapkan meningkatkan akurasi pengobatan kanker stadium lanjut sekaligus mengurangi risiko kerusakan jaringan sehat.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh peneliti dari University of Michigan dengan memanfaatkan gelombang suara kecil yang muncul ketika sinar-X memanaskan jaringan tubuh. Gelombang ini kemudian diperkuat dan diubah menjadi citra tiga dimensi yang menunjukkan lokasi serta besaran dosis radiasi yang diterima tubuh.

Bagaimana Teknologi Ini Bekerja?

Ketika sinar-X diserap oleh jaringan tubuh, energi tersebut berubah menjadi panas yang menyebabkan jaringan mengalami pemuaian dalam skala sangat kecil. Proses ini menghasilkan gelombang akustik yang kemudian ditangkap menggunakan transduser ultrasonik khusus.

Sinyal yang diterima diproses menjadi gambar tiga dimensi sehingga dokter dapat mengetahui secara langsung area tubuh yang menerima radiasi selama terapi berlangsung.

Manfaat untuk Pengobatan Kanker Stadium Lanjut

Salah satu tantangan terbesar dalam radioterapi adalah memastikan sel kanker menerima dosis yang cukup tanpa merusak organ sehat di sekitarnya. Dengan pencitraan radiasi 3D, dokter dapat menyesuaikan arah maupun intensitas radiasi secara lebih presisi.

Teknologi ini juga membantu mengatasi perubahan posisi organ, gerakan tubuh, maupun variasi anatomi pasien yang sering memengaruhi efektivitas terapi.

Mengurangi Risiko Efek Samping

Radioterapi merupakan salah satu metode utama dalam pengobatan kanker dan digunakan pada sekitar separuh pasien kanker di seluruh dunia. Namun, paparan radiasi yang kurang tepat dapat menyebabkan kerusakan jaringan sehat serta meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.

Dengan pemantauan dosis secara langsung, tenaga medis dapat mengurangi paparan radiasi pada organ sensitif seperti usus, lambung, atau jaringan sehat di sekitar tumor.

Potensi Pengembangan di Masa Depan

Peneliti berharap teknologi ini dapat diintegrasikan dengan perangkat radioterapi yang sudah digunakan saat ini tanpa memerlukan perubahan besar pada sistem yang ada.

Selain meningkatkan keamanan terapi, pencitraan radiasi 3D juga membuka peluang untuk menghadirkan pengobatan kanker yang lebih personal sesuai kondisi masing-masing pasien.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0

Komentar (0)

User