7 Fenomena Alam Menakjubkan yang Telah Disebutkan dalam Al-Qur'an

Berbagai fenomena alam unik yang terjadi di belahan dunia, seperti gunung pelangi dan sungai dasar laut, ternyata telah tertulis di dalam Al-Qur'an sejak ribuan tahun lalu.

Nov 09, 2022 - 23:00
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 1
7 Fenomena Alam Menakjubkan yang Telah Disebutkan dalam Al-Qur'an
Ilustrasi keindahan alam semesta dan fenomena alam.

Al-Qur'an merupakan kitab suci sekaligus petunjuk hidup bagi umat Islam. Selain memuat hukum-hukum agama dan kisah para nabi, berbagai fenomena alam yang terjadi di alam semesta juga telah tertulis di dalam Al-Qur'an belasan abad yang lalu. Berikut adalah tujuh fenomena alam menakjubkan yang disebutkan dalam Al-Qur'an:

7 Fenomena Alam yang Telah Disebutkan dalam Al-Qur'an

1. Gunung Pelangi di China

Gunung pelangi ini terletak di Taman Nasional Zhangye Danxia, Provinsi Gansu, China. Hamparan perbukitan ini memiliki gradasi warna-warni yang sangat indah layaknya pelangi.

Warna-warna tersebut terbentuk dari proses oksidasi mineral selama jutaan tahun. Mineral besi yang teroksidasi menghasilkan warna merah, mineral limonit menghasilkan warna cokelat atau kuning, besi sulfida memberikan warna kuning metalik, dan klorit menghasilkan warna hijau.

Sebelum ilmu geologi modern memecahkan fenomena ini, Al-Qur'an telah menyebutkan tentang gunung yang beraneka warna dalam Surat Al-Fathir ayat 27:

"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan beraneka ragam jenis. Dan, di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warna dan ada (pula) yang hitam pekat." (QS. Al-Fathir: 27)

2. Sungai di Dasar Laut

Penyelam dan ilmuwan pernah menemukan sebuah fenomena menakjubkan di bawah laut perairan Cenote Angelita, Meksiko. Saat menyelam, mereka menemukan lapisan air tawar di kedalaman laut, yang tampak seperti "sungai" yang mengalir lengkap dengan pepohonan dan dedaunan yang tenggelam di tepinya. Para ilmuwan menyimpulkan batasan air ini sebagai lapisan hidrogen sulfida.

Fenomena air tawar dan air asin yang tidak bercampur ini telah dijelaskan dalam Surat Al-Furqan ayat 53:

"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (QS. Al-Furqan: 53)

3. Api di Dasar Laut

Ada api yang menyala di dasar lautan. Para ahli geologi dan oseanografi pernah menemukan rekahan-rekahan di kerak bumi dasar samudra yang mengeluarkan lava cair bersuhu mencapai ratusan derajat Celcius, namun anehnya, air laut tidak mampu memadamkannya.

Fenomena geologi yang sangat langka ini telah tertulis dalam Surat At-Tur ayat 6:

"Dan demi laut yang di dalam tanahnya ada api." (QS. At-Tur: 6)

4. Dua Lautan yang Tidak Pernah Menyatu

Fenomena ini dapat disaksikan di Selat Gibraltar, tempat bertemunya perairan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Perbedaan karakteristik air seperti suhu, kadar garam (salinitas), dan kerapatan menciptakan sebuah lapisan pemisah yang tidak terlihat, membuat air dari kedua lautan tersebut tidak saling menyatu.

Al-Qur'an telah mendeskripsikan fenomena ini dalam Surat Ar-Rahman ayat 19-20:

"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20)

5. Ledakan Raksasa (Teori Big Bang)

Teori pembentukan alam semesta paling populer di dunia sains, yakni Big Bang, menyatakan bahwa alam semesta bermula dari sebuah titik materi yang sangat padat dan panas, lalu mengalami ledakan besar hingga berekspansi membentuk sistem tata surya.

Konsep awal mula alam semesta yang dulunya "bersatu" kemudian "dipisahkan" ini selaras dengan firman Allah dalam Surat Al-Anbiya ayat 30:

"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS. Al-Anbiya: 30)

6. Garis Edar Tata Surya

Ilmu astronomi membuktikan bahwa semua benda langit dalam tata surya (matahari, bulan, satelit, dan planet) bergerak pada garis edarnya masing-masing (orbit) sehingga tidak saling bertabrakan.

Jauh sebelum teknologi teleskop diciptakan, fakta astronomi ini sudah termaktub dalam Surat Al-Anbiya ayat 33:

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al-Anbiya: 33)

7. Terjadinya Hujan Es

Menurut ilmu sains meteorologi, hujan es berasal dari sekumpulan awan Cumulonimbus (awan badai/petir) yang tumbuh menjulang vertikal menembus lapisan atmosfer yang sangat dingin, lalu uap airnya membeku menjadi butiran es.

Proses bergeraknya awan, bertumpuk-tumpuk menjulang layaknya gunung, hingga turunnya butiran es, dideskripsikan secara presisi dalam Surat An-Nur ayat 43:

"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung..." (QS. An-Nur: 43)

Itulah tujuh fenomena alam menakjubkan yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Bukti-bukti kebesaran ini diharapkan dapat menambah wawasan serta keimanan bagi para pembaca.

Sumber gambar ilustrasi: Pexels

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
ekozunni

Hobi bernafas dan berkedip

Komentar (0)

User