10 Fakta Unik Lobster, Hewan Laut Mewah yang Penuh Kejutan

Lobster bukan sekadar hidangan laut mewah. Hewan ini menyimpan beragam fakta unik tentang anatominya, sejarahnya yang mengejutkan, hingga kebiasaan anehnya di alam liar.

Des 09, 2022 - 09:04
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 1
10 Fakta Unik Lobster, Hewan Laut Mewah yang Penuh Kejutan
Lobster segar berwarna merah cerah yang sudah dimasak dan disajikan sebagai hidangan laut mewah

Selama ini, lobster lebih sering dikenal sebagai hidangan laut mewah dengan harga yang fantastis. Namun, di balik cita rasanya yang lezat, hewan krustasea ini menyimpan berbagai rahasia alam yang menakjubkan. Mari kita kupas tuntas fakta unik lobster yang jarang diketahui oleh banyak orang.

10 Fakta Unik Lobster yang Mengejutkan

1. Dulunya Merupakan Makanan Rakyat Jelata

Pada abad pertengahan di Eropa, lobster sama sekali bukan makanan mewah. Hewan laut ini dulunya diperuntukkan bagi kalangan bawah dan narapidana. Bahkan, cangkangnya sering ditumbuk untuk dijadikan obat tradisional penyakit batu ginjal. Reputasi lobster baru berubah menjadi hidangan eksklusif pada era 1800-an ketika kaum urban mulai memadati kawasan pesisir pantai dan menikmati rasanya.

2. Warna Aslinya Bukan Merah Terang

Di habitat aslinya, sebagian besar lobster memiliki cangkang berwarna perpaduan hijau, cokelat, hingga kebiruan dengan corak bintik-bintik. Warna merah terang yang ikonik baru muncul saat lobster direbus atau terkena suhu panas. Perubahan pigmen ini disebabkan oleh pelepasan astaxanthin, sejenis zat karotenoid yang berasal dari makanan yang mereka konsumsi.

3. Memiliki Kelenjar Pembuangan di Area Wajah

Anatomi lobster memang sangat unik, salah satunya adalah cara mereka membuang kotoran cair. Lobster mengeluarkan urine dari kelenjar hijau yang terletak persis di dasar antena pada area wajahnya. Menariknya, urine ini mengandung feromon yang digunakan untuk berkomunikasi, mengatur suasana hati, hingga menunjukkan dominasi saat bertarung dengan lobster lain.

4. Anatomi Unik dengan Dua Bagian Perut

Percaya atau tidak, lobster memiliki sistem pencernaan dengan dua bagian perut. Perut pertama berada di area kepala, tepat di belakang matanya, yang dilengkapi dengan gigi-gigi penggerus untuk menghaluskan makanan. Setelah hancur, makanan tersebut akan didorong menuju perut bagian kedua untuk dicerna lebih lanjut.

5. Cakar Berfungsi Bagaikan Tangan Manusia

Lobster umumnya memiliki sepasang capit dengan ukuran dan fungsi yang berbeda. Capit yang lebih besar bertugas untuk menghancurkan cangkang mangsa, sedangkan capit yang lebih kecil berfungsi layaknya pisau untuk memotong daging menjadi bagian kecil sebelum dimasukkan ke mulut. Kehilangan salah satu capit ini tentu sangat berdampak dan menyulitkan kelangsungan hidup mereka.

6. Suara Jeritan Saat Dimasak Bukanlah Suara Asli

Mitos populer mengatakan bahwa lobster menjerit kesakitan saat dimasukkan ke dalam air mendidih. Faktanya, lobster sama sekali tidak memiliki pita suara maupun paru-paru. Bunyi melengking yang sering terdengar tersebut hanyalah suara udara yang terperangkap dan memuai di dalam cangkang mereka, lalu keluar secara paksa akibat tekanan panas.

7. Siklus Pemijahan yang Relatif Singkat

Dalam hal reproduksi, lobster jantan dan betina memiliki siklus masa kawin yang terbilang singkat. Proses pendekatan dan pemijahan biasanya hanya berlangsung selama kurang lebih dua pekan (sekitar 10 hingga 14 hari). Setelah proses pembuahan berhasil, lobster betina akan mulai memproduksi dan menyimpan sel telur.

8. Sifat Kanibalisme di Fase Pertumbuhan

Siklus hidup larva lobster penuh dengan persaingan hidup yang keras. Saat masih berupa larva dan berbaur dengan organisme lautan lainnya, mereka saling bersaing memperebutkan sumber makanan. Dalam kondisi terdesak atau kelaparan, lobster tak segan untuk memangsa sesamanya. Inilah alasan kuat mengapa pembudidaya selalu memisahkan mereka sejak fase penangkaran.

9. Proses Penuaan yang Nyaris Tidak Terlihat

Lobster dikenal memiliki ketahanan sel yang luar biasa sehingga sering disebut tidak menua secara biologis. Mereka tidak mudah kehilangan tenaga atau kemampuan bereproduksi seiring berjalannya waktu. Meski begitu, mereka tidak hidup abadi; lobster pada akhirnya akan mati karena penyakit, kelelahan ekstrem saat proses ganti kulit (molting), atau dimangsa predator.

10. Strategi Reproduksi Lobster Betina

Demi memastikan keberhasilan reproduksi spesiesnya, lobster betina dapat melakukan perkawinan dengan beberapa pejantan sekaligus. Strategi ini digunakan untuk memproduksi telur dalam jumlah yang masif. Seekor lobster betina dewasa dengan bobot sekitar 700 gram bahkan mampu menghasilkan hingga 8.000 sampai 12.000 butir sel telur.

Sekian deretan fakta unik tentang lobster yang mungkin baru Anda ketahui. Mulai dari anatominya yang tidak biasa hingga sejarahnya sebagai makanan kelas bawah, hewan ini memang selalu berhasil memberikan kejutan menarik.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
Mimin Millenial

penulis millenial

Komentar (0)

User