5 Bahaya Jika Sering Menahan Buang Air Kecil bagi Kesehatan

Kebiasaan menahan buang air kecil sering dianggap sepele, padahal dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius seperti infeksi saluran kemih hingga batu ginjal.

Nov 13, 2022 - 22:48
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 0
5 Bahaya Jika Sering Menahan Buang Air Kecil bagi Kesehatan
Ilustrasi sistem ekskresi atau anatomi tubuh manusia terkait saluran kemih.

Buang air kecil merupakan aktivitas alamiah tubuh untuk membuang sisa-sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi. Normalnya, seseorang akan buang air kecil sebanyak 6–8 kali dalam sehari, tergantung pada volume cairan yang dikonsumsi. Warna urine juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh Anda. Warna urine yang bening menandakan tubuh terhidrasi dengan baik, sedangkan warna kuning pekat menunjukkan tanda dehidrasi atau kekurangan cairan.

Sayangnya, tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan menahan buang air kecil karena berbagai alasan, seperti sedang dalam perjalanan, sibuk bekerja, atau keasyikan bermain game online. Perlu diwaspadai bahwa kebiasaan menahan buang air kecil secara terus-menerus dapat memicu gangguan kesehatan yang serius bahkan berakibat fatal. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa timbul:

Akibat Sering Menahan Buang Air Kecil

1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Saluran kemih merupakan sistem organ pembentuk, pengumpul, dan pengosongan urine yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Menahan buang air kecil terlalu lama akan membuat bakteri di dalam kandung kemih berkembang biak dengan cepat. Salah satu cara alami tubuh untuk mengeluarkan bakteri tersebut adalah melalui aliran urine saat berkemih. Kebiasaan menahan kencing ini secara bertahap akan memicu penumpukan bakteri yang menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Kemih (ISK).

2. Pembentukan Batu Ginjal

Dampak buruk lain dari kebiasaan menahan buang air kecil adalah risiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal adalah kristal padat yang terbentuk di dalam ginjal dari endapan mineral seperti natrium dan kalsium. Endapan ini terjadi karena urine tertahan terlalu lama di saluran kemih. Pada mulanya hanya terbentuk partikel kecil yang bisa keluar saat berkemih, namun jika dibiarkan, kristal tersebut akan membesar, menyumbat saluran kemih, dan menimbulkan rasa nyeri hebat saat buang air kecil.

3. Nyeri Pinggang

Akibat lain yang sering dikeluhkan adalah nyeri pinggang. Kondisi ini disebabkan oleh otot-otot di sekitar kandung kemih dan ginjal yang dipaksa terus menegang untuk menahan cairan. Meskipun rasa nyeri ini umumnya mereda setelah Anda buang air kecil, membiasakan hal ini dalam jangka panjang dapat mengganggu performa otot panggul bawah.

4. Pembengkakan Kandung Kemih

Kantung kemih pada orang dewasa memiliki daya tampung rata-rata sekitar 440 ml. Kandung kemih memiliki sifat yang sangat elastis, di mana organ ini akan membesar seiring bertambahnya volume urine dan kembali mengecil setelah dikosongkan. Saat Anda sering menahan buang air kecil, kandung kemih dipaksa menampung cairan melebihi kapasitas normalnya. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, otot kandung kemih bisa meregang permanen dan memicu pembengkakan yang berisiko fatal.

5. Kebocoran Urine atau Mengompol

Dampak lanjutan dari pembengkakan kandung kemih adalah melemahnya otot-otot di sekitar saluran kemih. Terdapat otot sfingter di sekitar uretra yang berfungsi menutup saluran agar urine tidak rembes. Jika otot penyokong ini rusak atau kehilangan kelenturannya akibat sering meregang menahan kencing, urine menjadi tidak terkontrol sehingga mudah merembes dengan sendirinya (inkontinensia urine atau mengompol).

Tips Mencegah Penyakit Akibat Menahan Buang Air Kecil

Agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan di atas, Anda dapat menerapkan beberapa kebiasaan sehat berikut:

  • Biasakan berkemih secara berkala: Usahakan untuk buang air kecil setiap 3 hingga 4 jam sekali. Walaupun belum ada dorongan kuat untuk berkemih, mengosongkan kandung kemih secara rutin efektif mencegah penumpukan bakteri dan pengendapan mineral.
  • Rajin berolahraga: Olahraga adalah kunci hidup sehat. Sisa metabolisme air di dalam tubuh tidak hanya dikeluarkan melalui urine, melainkan juga lewat keringat. Dengan aktif bergerak, produksi keringat akan membantu mengurangi beban volume cairan yang ditampung dalam kandung kemih.
  • Prioritaskan panggilan alam tubuh: Saat sedang sibuk bekerja atau berada dalam perjalanan, utamakan untuk segera menuju toilet ketika keinginan berkemih muncul. Jangan mengorbankan kesehatan organ dalam demi aktivitas yang sebenarnya bisa ditunda.

Mencegah tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Jagalah kesehatan tubuh Anda mulai dari hal-hal kecil seperti tidak lagi menahan buang air kecil demi fungsi ginjal yang optimal.

Sumber gambar ilustrasi: Pexels

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
ekozunni

Hobi bernafas dan berkedip

Komentar (0)

User