Kronologi Dugaan Suami Mendorong Istri ke Laut dari Kapal Menuju Bakauheni
Simak kronologi dugaan seorang suami mendorong istrinya ke laut dari kapal feri menuju Bakauheni berdasarkan keterangan pihak kepolisian.
Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan seorang suami mendorong istrinya ke laut dari atas kapal feri sempat menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi saat kapal dalam perjalanan menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Berdasarkan informasi yang beredar saat itu, kejadian berlangsung pada Kamis, 23 Februari 2023, di atas KMP Shalem yang berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Dalam rekaman CCTV terlihat seorang perempuan berada di area dek kapal. Tak lama kemudian, seorang pria yang diduga merupakan suaminya menghampiri dan berusaha mengangkat tubuh korban ke arah pagar pembatas kapal. Sejumlah penumpang yang berada di sekitar lokasi kemudian berusaha memberikan pertolongan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan pihak kepolisian saat itu, kapal berangkat dari Pelabuhan Merak pada dini hari dan insiden terjadi ketika kapal mendekati alur masuk Pelabuhan Bakauheni.
Petugas keamanan kapal menerima laporan adanya penumpang yang diduga mencoba menjatuhkan istrinya ke laut. Setelah menerima informasi tersebut, petugas bersama sejumlah penumpang segera memberikan pertolongan dan mengamankan situasi di lokasi kejadian.
Korban Berhasil Diselamatkan
Korban dilaporkan selamat setelah berhasil berpegangan pada bagian pagar atau struktur kapal sehingga tidak terjatuh ke laut. Penumpang lain dan pihak keamanan kapal kemudian membantu mengevakuasi korban ke tempat yang aman.
Pria yang diduga sebagai pelaku selanjutnya diamankan oleh petugas keamanan kapal untuk mencegah terjadinya tindakan lanjutan.
Keterangan Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden tersebut dan menyampaikan bahwa kedua orang yang terlibat merupakan pasangan suami istri. Identitas keduanya tidak dipublikasikan atas permintaan keluarga.
Pada saat itu, polisi juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal, pria tersebut diduga mengalami gangguan psikologis. Namun, dugaan tersebut bukan merupakan diagnosis medis sehingga penanganan lebih lanjut tetap memerlukan pemeriksaan oleh tenaga profesional.
Kasus ini kemudian tidak berlanjut ke proses hukum setelah keluarga memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.
BACA JUGA:
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Menyenangkan
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)