Mengenal 3 Jenis Traffic Jualan Agar Banjir Closingan

Kamu perlu memahami 3 jenis traffic ini, dengan begitu kamu bisa mengetahui siapa target pasar kamu dan metode apa yang dapat digunakan.

Okt 06, 2022 - 02:30
Diperbarui: 1 bulan yang lalu
0 1
Mengenal 3 Jenis Traffic Jualan Agar Banjir Closingan
Ilustrasi Jualan

Sudah tahu, belum, kalau ada 3 jenis traffic yang berpengaruh terhadap brand-mu? Dalam dunia digital marketing, traffic (lalu lintas) adalah aktivitas kunjungan calon konsumen di saluran pemasaran yang kamu miliki. Hal ini akan berbanding lurus dengan peluang penjualan terhadap brand-mu. Semakin banyak traffic yang masuk, maka peluang terjadinya closing juga akan semakin besar.

Ketika kamu bisa memaksimalkan ketiganya dengan baik, brand-mu akan semakin banyak diketahui orang lain. Jika sudah begitu, kamu bisa memberikan penawaran dan pelayanan yang sesuai, sehingga banjir orderan pun bukan lagi sebuah mimpi.

Sebab, sebagus-bagusnya tampilan Instagram atau tokomu, potensi penjualannya akan tetap minim jika traffic yang datang sedikit. Oleh karena itu, kamu perlu memahami konsep 3 jenis traffic ini berdasarkan teori dasar penataan audiens dari Russell Brunson agar bisa memaksimalkannya dengan baik. Apa sajakah itu? Simak melalui uraian berikut, ya!

3 Jenis Traffic Berjualan dalam Digital Marketing

1. Traffic yang Bisa Dikendalikan (Traffic You Control)

Traffic yang bisa dikendalikan adalah jenis lalu lintas pengunjung yang memerlukan alokasi modal atau biaya iklan. Disebut bisa dikendalikan karena kamu memiliki kuasa penuh untuk mengatur target audiens secara spesifik, mulai dari rentang umur, lokasi geografis, gender, hingga ketertarikan (interest) dari calon pembelimu.

Uang yang kamu investasikan akan digunakan untuk membiayai periklanan berbayar (paid traffic). Secara umum, selama kamu memiliki anggaran untuk memasang iklan dan mengoptimasi kampanyenya, traffic akan terus datang ke saluran pemasaran atau situs web tokomu sesuai dengan volume modal yang dikeluarkan.

Contoh dari jenis ini antara lain: Meta Ads (Facebook Ads & Instagram Ads), YouTube Ads, TikTok Ads, dan Google Ads.

2. Traffic yang Tidak Bisa Dikendalikan (Traffic You Don't Control)

Jenis ini disebut tidak bisa dikendalikan secara instan karena sifatnya yang organik dan gratis, sehingga kamu tidak bisa memaksa atau mengontrol grafik jumlah pengunjung yang datang setiap harinya. Pengunjung datang atas keputusan mereka sendiri saat mencari solusi di internet.

Kelemahan utama dari traffic organik ini adalah tidak bisa diperoleh dalam waktu semalam. Butuh proses yang konsisten untuk membangun otoritas brand-mu. Satu-satunya variabel yang bisa kamu kendalikan di sini adalah kualitas dan relevansi konten yang diunggah di media sosial agar selalu memberi manfaat bagi target audiens.

Contoh dari komponen ini adalah: optimasi SEO di Google, pencarian organik di *marketplace* (Shopee, Tokopedia, Lazada), video viral (FYP) organik, serta jangkauan alami dari *followers* Instagram.

3. Traffic yang Kamu Miliki (Traffic You Own)

Jenis terakhir sekaligus yang paling berharga adalah traffic yang kamu miliki. Lalu lintas ini sepenuhnya bebas dari gangguan perubahan algoritma media sosial pihak ketiga maupun biaya iklan berulang karena audiens ini telah masuk ke dalam daftar aset mandiri milik bisnismu, atau yang biasa disebut sebagai database.

Contoh konkret dari aset ini adalah: daftar alamat email pelanggan, nomor WhatsApp resmi, dan data keanggotaan (membership). Dengan memegang aset data ini, kamu bisa mendistribusikan informasi promo, peluncuran produk baru, atau survei secara langsung dan gratis kapan saja karena kamu sudah memegang saluran komunikasi langsung dengan konsumen.

Untuk mengeksekusi strategi ini secara terpadu, seorang pebisnis dapat mengombinasikan periklanan berbayar, melakukan penargetan ulang (retargeting), memperkuat riset kata kunci (keywords) untuk optimasi SEO, hingga mengolah database tersebut menggunakan platform email marketing automation (seperti KIRIM.EMAIL, Mailchimp, atau GetResponse) guna membangun siklus penjualan yang berkelanjutan.

Sumber Gambar & Referensi: Konsep Klasifikasi Lalu Lintas Digital (Traffic Taxonomy) | Pixabay

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
hafsahazzahra09

Konten Kreator dan Penulis

Komentar (0)

User