Mengenal Apa Itu Lasik Mata, Syarat Prosedur, Efek Samping, dan Komplikasinya

Operasi lasik mata menjadi solusi modern paling populer untuk menyembuhkan miopia dan silinder secara permanen tanpa kacamata. Pahami syarat dan risikonya di sini.

Okt 19, 2022 - 16:28
Diperbarui: 27 hari yang lalu
0 0
Mengenal Apa Itu Lasik Mata, Syarat Prosedur, Efek Samping, dan Komplikasinya
Foto mata. Sumber: Pexels

Di era digital saat ini, durasi menatap layar ponsel genggam, laptop, maupun televisi yang terlalu lama sering kali menimbulkan gangguan kesehatan mata. Terlebih jika aktivitas visual tersebut dilakukan di dalam ruangan dengan pencahayaan yang redup atau minim. Mata akan mengalami kelelahan otot akomodasi, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang dapat memicu terjadinya miopia (rabun jauh) atau astigmatisme (mata silinder).

Penderita miopia umumnya kesulitan untuk melihat objek dalam jarak jauh secara fokus dan jernih. Penggunaan kacamata atau lensa kontak sering menjadi solusi instan. Namun, alat bantu optik tersebut hanya bersifat mengoreksi penglihatan sementara, bukan menyembuhkan. Guna mengembalikan fungsi penglihatan secara optimal tanpa kacamata, dunia kedokteran menawarkan metode pembedahan refraksi yang dikenal sebagai Lasik Mata.

Definisi Ilmiah Prosedur Lasik Mata

Lasik merupakan akronim dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis. Prosedur bedah mata ini memanfaatkan teknologi komputer mikro dan paparan sinar laser dingin (excimer laser) khusus untuk mengubah kelengkungan kornea mata secara presisi. Dengan memperbaiki kesalahan bias (refraksi) kornea, berkas cahaya yang masuk ke dalam bola mata dapat jatuh tepat di titik fokus retina, sehingga ketajaman visual kembali normal.

Syarat Medis Melakukan Operasi Lasik

Berdasarkan regulasi klinis dari National Lasik Center, tidak semua orang bisa langsung menjalani operasi ini. Ada beberapa kriteria ketat yang wajib dipenuhi calon pasien, antara lain:

  • Pasien wajib berusia minimal 18 tahun (masa pertumbuhan mata sudah stabil).
  • Ketebalan kornea mata harus di atas 500 mikron.
  • Ukuran refraksi miopia berkisar antara -1.00 hingga -12.00 Diopter, astigmatisme di bawah 6.00 Diopter, dan hipermetropi di bawah 6.00 Diopter.
  • Wajib melepas penggunaan lensa kontak (softlens atau hardlens) beberapa minggu sebelum pra-operasi sesuai instruksi dokter.
  • Tidak sedang dalam kondisi hamil atau menyusui, serta bebas dari penyakit sistemik kronis seperti diabetes mellitus berat, SLE (Lupus), Rheumatoid Arthritis, dan Marfan Syndrome.

Menurut data medis, keberhasilan lasik mata sangat tinggi dan mampu membebaskan pasien dari kacamata seumur hidup bila dikerjakan oleh dokter spesialis mata (oftalmolog) yang kompeten. Kendati tergolong sebagai operasi dengan tingkat keamanan tinggi, lasik tetap memiliki beberapa risiko klinis yang perlu diantisipasi.

Daftar Efek Samping Operasi Lasik Mata

Pascaoperasi, beberapa pasien umumnya akan merasakan gejala transisi ringan pada mata, seperti:

  1. Sindrome Mata Kering (Dry Eyes): Terjadi karena penurunan produksi air mata sementara akibat manipulasi kornea.
  2. Fotofobia (Sensitivitas Cahaya): Mata terasa silau saat melihat pancaran sinar langsung.
  3. Efek Halo (Visual Glare): Munculnya lingkaran cahaya di sekitar objek lampu, terutama pada malam hari atau ruang gelap.
  4. Iritasi Kornea Ringan: Rasa seperti mengganjal atau kemerahan ringan yang akan hilang dalam beberapa hari.

Daftar Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Meskipun persentasenya sangat kecil, komplikasi berikut dapat muncul apabila perawatan pascaoperasi kurang higienis:

  • Reaksi peradangan non-infeksi pada area bedah kornea.
  • Infeksi bakteri jika pasien abai dalam menggunakan tetes mata antibiotik steril.
  • Pergeseran flap kornea (lapisan tipis luar kornea yang dibuka saat penyinaran laser), biasanya terjadi jika pasien tidak sengaja mengucek mata terlalu keras dalam masa pemulihan.

Kesimpulannya, lasik mata terbukti aman dan efektif karena didukung oleh komputerisasi medis berteknologi tinggi. Langkah terbaik adalah selalu melakukan konsultasi komprehensif dengan dokter spesialis mata terpercaya mengenai estimasi masa pemulihan (recovery time) dan protokol perawatan mata di rumah pascaoperasi.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
hafsahazzahra09

Konten Kreator dan Penulis

Komentar (0)

User