Menjawab Pertanyaan Imunisasi MMR Wajib atau Tidak
Vaksin MMR adalah vaksin untuk mencegah campak (measles), gondongan (mumps), dan campak Jerman (rubella).
Pemerintah Indonesia terus berupaya mengakselerasi penurunan angka kesakitan akibat penyakit campak dan rubella. Demi tercapainya target eliminasi ini, pemeriksaan riwayat imunisasi dasar lengkap kini menjadi salah satu instrumen penting dalam skrinning kesehatan bagi anak-anak yang akan memasuki jenjang sekolah baru.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, yang dikutip melalui ANTARA, langkah penguatan cakupan imunisasi melalui institusi pendidikan ini merupakan hasil koordinasi lintas sektor antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kemendikbud Ristek, Kementerian Agama (Kemenag), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diselaraskan melalui kebijakan bersama.
Dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Dante memaparkan bahwa seluruh siswa usia sekolah wajib mendapatkan imunisasi lanjutan melalui program rutin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) agar pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) di lingkungan sekolah dapat tercapai secara optimal.
"Pemerintah juga perlu mengecek riwayat imunisasi siswa sejak bayi sebagai data wajib. Ini berguna untuk melengkapi imunisasi bagi yang belum diimunisasi," imbuhnya.
Sebagai agenda rutin nasional, pelaksanaan BIAS dibagi menjadi dua tahap utama. Pada bulan Agustus, kegiatan difokuskan untuk siswa usia SD/MI sederajat guna mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR) serta imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi siswi kelas tertentu. Sementara pada bulan November, anak didik akan mendapatkan imunisasi DT (Diphtheria Tetanus) dan Td (Tetanus diphtheria) sebagai penguat perlindungan.
Setelah melaksanakan Program BIAS, pihak sekolah yang memfasilitasi tempat penyelenggaraan akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat. Petugas kesehatan kemudian melakukan rekapitulasi data logistik vaksin, cakupan peserta, hingga pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Akselerasi ini sangat krusial mengingat data historis Kementerian Kesehatan mencatat bahwa pada periode penundaan imunisasi global akibat pandemi, terdapat lebih dari 1,7 juta bayi di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Dari angka tersebut, sekitar 37,5% atau 600 ribu bayi berada di wilayah Pulau Jawa dan Bali.
Kondisi tersebut berhasil diintervensi melalui Program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Di wilayah Pulau Jawa dan Bali, cakupan kejar imunisasi berhasil menyentuh angka 87,7%. Sementara itu, wilayah di luar Pulau Jawa dan Bali mencatatkan capaian sebesar 59,1% pada pelaksanaan tahap awal, dengan target evaluasi berkala guna memastikan seluruh daerah menembus ambang batas aman di atas 60%.
Mengenal Gejala Rubella dan Pentingnya Vaksinasi
Melansir informasi dari WHO, infeksi rubella atau yang dikenal sebagai campak Jerman umumnya memicu gejala berupa ruam kulit khas dan demam ringan, baik pada pasien anak-anak maupun dewasa. Meskipun gejalanya cenderung lebih ringan daripada campak biasa (rubeola), virus rubella sangat berbahaya jika menular kepada wanita hamil karena dapat memicu cacat bawaan lahir (Congenital Rubella Syndrome).
Secara patofisiologi, virus ini menyerang sistem pernapasan atas sebelum menyebar ke kelenjar getah bening dan jaringan kulit. Sebagai langkah proteksi menyeluruh, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin kombinasi seperti vaksin MR atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah tiga penyakit infeksi sekaligus.
Karena gejalanya yang kerap menyerupai flu biasa, infeksi rubella stadium awal sering kali sulit dikenali. Namun, masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan jika anak mengalami tanda klinis berupa:
- Munculnya ruam merah halus yang bermula dari area wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh selama 2-3 hari.
- Demam ringan dengan suhu tubuh di bawah 39°C.
- Sakit kepala, lemas, hidung tersumbat, atau gejala pilek ringan.
- Pembengkakan dan rasa nyeri pada kelenjar getah bening, terutama yang terletak di area leher bagian belakang dan belakang telinga.
Sumber Gambar & Referensi: Child Vaccination | Pixabay
Apa Reaksi Anda?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Menyenangkan
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
Komentar (0)