Gejala Anhedonia: Penyebab, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya

Gejala anhedonia ditandai dengan hilangnya kemampuan merasakan kesenangan. Kenali penyebab, tanda-tanda, serta cara mengatasinya agar tidak mengganggu kesehatan mental.

Mar 05, 2023 - 08:16
Diperbarui: 3 tahun yang lalu
0 0
Gejala Anhedonia: Penyebab, Tanda-Tanda, dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi seseorang mengalami gejala anhedonia dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari.

Pernahkah kamu merasa tidak lagi menikmati aktivitas yang sebelumnya sangat disukai? Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama dan mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari, hal itu bisa menjadi salah satu gejala anhedonia. Anhedonia adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan kesenangan dari aktivitas yang biasanya memberikan rasa bahagia.

Anhedonia bukan sekadar rasa bosan. Rasa bosan biasanya hanya bersifat sementara dan akan membaik setelah mencoba aktivitas baru atau beristirahat. Sebaliknya, anhedonia dapat berlangsung dalam waktu lama dan sering kali berkaitan dengan gangguan kesehatan mental, terutama depresi. Kondisi ini juga dapat muncul pada gangguan psikologis lain sehingga memerlukan penanganan dari tenaga profesional.

Apa Itu Anhedonia?

Anhedonia merupakan salah satu gejala utama pada depresi, tetapi tidak semua orang yang mengalami anhedonia pasti mengalami depresi. Penderitanya kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas sosial, hobi, pekerjaan, maupun hubungan dengan orang lain yang sebelumnya terasa menyenangkan.

Apabila kondisi ini berlangsung selama beberapa minggu disertai perubahan suasana hati, gangguan tidur, atau penurunan motivasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

Gejala Anhedonia

Beberapa tanda yang sering dialami oleh penderita anhedonia meliputi:

  1. Menarik diri dari lingkungan sosial dan menghindari interaksi dengan orang lain.
  2. Kehilangan minat terhadap aktivitas atau hobi yang sebelumnya disukai.
  3. Merasa hampa, kurang bersemangat, atau sulit merasakan emosi positif.
  4. Mudah menyalahkan diri sendiri dan memiliki pandangan negatif terhadap diri maupun orang lain.
  5. Kesulitan menjalin atau mempertahankan hubungan personal.
  6. Merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, atau mengalami keluhan fisik seperti sakit kepala tanpa penyebab yang jelas.
  7. Menunjukkan ekspresi emosi yang datar atau berpura-pura tampak bahagia meski sebenarnya tidak merasakan hal tersebut.

Cara Mengatasi Anhedonia

Penanganan anhedonia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan ke psikolog atau psikiater agar memperoleh diagnosis yang tepat.

Dokter atau tenaga kesehatan mental dapat menyarankan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif (CBT), serta pemberian obat apabila diperlukan. Selain menjalani terapi, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu mendukung proses pemulihan:

  • Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Menjaga hubungan dengan keluarga atau teman yang suportif.
  • Mengurangi stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami kehilangan minat terhadap berbagai aktivitas selama lebih dari dua minggu, terutama disertai perasaan sedih berkepanjangan atau muncul keinginan menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Penanganan sejak dini dapat meningkatkan peluang pemulihan dan kualitas hidup.

Apa Reaksi Anda?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Menyenangkan Menyenangkan 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
Angelia Cipta Riska Nabella

Content Writer, Novelist, and Cinephile

Komentar (0)

User